Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April , menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan tahun 1970-an. Hari Bumi lahir diprakarsai oleh seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson. Saat itu ia melakukan protes secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan lingkungan. Ia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agenda nasional.
Setiap detik berapa juta kerusakan yang manusia buat.
Setiap detik berapa juta pohon yang ditebang.
Setiap detik berapa juta zat beracun yang dibuang ke udara.
Manusia, kita yang menghuninya tak pernah menyadari atau hanya menutup mata melihat itu semua.
Tanpa melakukan apapun untuk menghijaukan bumi.
Setiap detik bumi kita semakin tua.
Selayaknya manusia, semakin tua semakin tak banyak manfaatnya.
Beigtu juga bumi ayng kita huni. Semakin tua semakin menyusut manfaatnya.
Don’t say Let’s Go Green but Do It.
That’s very important.
Do it an action, that is very nice.
Hijau rumahku, Hijau lingkunganku,
Hijau Indonesiaku, hijau bumiku.
Rabu, 22 April 2009
World day
Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April , menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan tahun 1970-an. Hari Bumi lahir diprakarsai oleh seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson. Saat itu ia melakukan protes secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan lingkungan. Ia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agenda nasional.
Selayaknya manusia yang menghuni, semakin hari semakin berkurang manfaatnya.
Setiap hari berapa ribu hektar hutan dijadikan lahan perumahan.
Setiap hari berapa juta kubik kayu gelondong ditebang.
Setiap hari berapa miliar kendaraan bermotor membuang gas beracun ke udara.
Setiap hari berapa banyak limbah pabrik dihasilkan.
Padahal slogan-slogan selalu terpampang di setiap sudut kota.
"Jangan membuang sampah sembarangan!"
"Sayangi pepohonan hijau!"
"LEstarikan hutan!"
Tapi kenyataannya, hanya omong kosong.
Masih banyak sampah berserakan dimana-mana.
Masih banyak pepohonan hijau ditebang tanpa menggantikannya dengan pohon yang baru.
Apa yang akan kita berikan untuk penerus kita kelak.
Selayaknya manusia yang menghuni, semakin hari semakin berkurang manfaatnya.
Setiap hari berapa ribu hektar hutan dijadikan lahan perumahan.
Setiap hari berapa juta kubik kayu gelondong ditebang.
Setiap hari berapa miliar kendaraan bermotor membuang gas beracun ke udara.
Setiap hari berapa banyak limbah pabrik dihasilkan.
Padahal slogan-slogan selalu terpampang di setiap sudut kota.
"Jangan membuang sampah sembarangan!"
"Sayangi pepohonan hijau!"
"LEstarikan hutan!"
Tapi kenyataannya, hanya omong kosong.
Masih banyak sampah berserakan dimana-mana.
Masih banyak pepohonan hijau ditebang tanpa menggantikannya dengan pohon yang baru.
Apa yang akan kita berikan untuk penerus kita kelak.
Selasa, 21 April 2009
Kartini day
Tanggal 21 April merupakan hari aygn diperingati sebagai hari kebangkitan bagi kaum perempuan pribumi (Indonesia).
Hari Kartini diambil dari tanggal kelahiran Raden Adjeng KArtini yaitu tanggal 21 April. Karena beliau merupakan pelopor pejuang kebangkitan perempuan pribumi.
Hari Kartini diambil dari tanggal kelahiran Raden Adjeng KArtini yaitu tanggal 21 April. Karena beliau merupakan pelopor pejuang kebangkitan perempuan pribumi.
Langganan:
Postingan (Atom)
