My Luvly Dad
Super Dad
Sepulang kerja selalu menanyakan kabarku n adik2ku
Senyumnya selalu merekah seletih apapun beliau, melihat tingkahku
Kerja kerasnya selama seharian di luar sana seakan terbayar dengan keceriaan kami di rumah.
Ayah,
Semalam
Engkau buktikan kecintaanmu padaku
Setelah lama ku memendam semuanya
Tertumpah sudah di pangkuan ayahku
Tangisankau yang terpendam
Keluh kesahku terlampiaskan
Segala rasa kesal kutumpahkan semuanya
Apapun yang kurasakan dan kupendam
ku keluarkan tanpa sisa
Seperti air yang keluar dari bak penampungan
tumpah ruah tak bersisa
Ku pasrahkan semuanya
Senyumnya selalu ada
Selama ku menangis
Selama ku berkeluh kesah
Selama ku bercerita
Beliau tak menyelaku sedikitpun...
Hanya hembusan nafasnya yang kudengar
Sewaktu di dekapnya aku
Seakan kupindahkan seluruh beban berat selama ni di pundakku
Walau tak kudapat sepatah katapun dari beliau
Tapi ku merasakan kelegaan yang teramat sangat
Seluruh pikiran yang menggangguku seakan lenyap terhembus angin
Dengan belaian lembutnya di kepalaku
Aku tertidur pulas di pangkuannya
Seperti kucing di pangkuan majikannya
Oh, Ayahku
Gadis kecilmu kini
Sekali lagi membebani pikiranmu
Gadis kecilmu ini
Sekali lagi membuatmu resah
Gadis kecilmu ini
Sekali lagi menangis di pangkuanmu
Tapi Ayah,
Gadis kecilmu kini
Telah belajar memahami pelajaran hidupnya
Gadis kecilmu kini
Telah belajar memperjuangkan hidupnya
Gadis kecilmu kini
Telah belajar bertanggung jawab atas pebuatannya
My luvly Dad
Apakah gadis kecilmu ini telah membuatmu bangga?
Apakah gadis kecilmu ini telah beranjak dewasa?
Ayah,
Jangan pernah lepasakan pandanganmu pada gadis kecilmu ini.
Gadis kecil yang beranjak dewasa.
Senyummu selalu mengiringi langkah kedewasaanku.
Ayah, me always loving U....
Ayah, My Luvly Dad
Senin, 22 Maret 2010
Kamis, 11 Maret 2010
He is "A"
He is A
Mr. A
Mr. Aneh
hehehe....
Kenal dimana?
Kenal d dunia maya.
Akh, pembual.
Terserah.
Terus gimana?
Yah, gitu deh.
Tentang Mr. A
Ouwh, baik.
Terus?
Perhatian tuh ke q.
Terus?
Sopan dan menarik perhatianku.
Kamu suka?
Kemungkinan besar.
Kok gitu?
Takut kePDan.
Hmmm, Emangnya knapa?
Mr. A itu gak suka sesuatu yang terlalu di lebih-lebihkan.
Jadi?
Yah, akunya berusaha ngimbangin dia.
Maksudnya?
Kalo dia perhatian, aku juga perhatian.
Emang km tau Mr. A itu siapa?
Aku udah pernah ketemu.
Terus?
Mr. A lucu, gemesin, n ngangenin. Hehehe...
Jadi intinya?
Mr. A aku sayang kamu.
* Wat yang ngrasa : makasih karena tlah berbagi senyum denganku.
Mr. A
Mr. Aneh
hehehe....
Kenal dimana?
Kenal d dunia maya.
Akh, pembual.
Terserah.
Terus gimana?
Yah, gitu deh.
Tentang Mr. A
Ouwh, baik.
Terus?
Perhatian tuh ke q.
Terus?
Sopan dan menarik perhatianku.
Kamu suka?
Kemungkinan besar.
Kok gitu?
Takut kePDan.
Hmmm, Emangnya knapa?
Mr. A itu gak suka sesuatu yang terlalu di lebih-lebihkan.
Jadi?
Yah, akunya berusaha ngimbangin dia.
Maksudnya?
Kalo dia perhatian, aku juga perhatian.
Emang km tau Mr. A itu siapa?
Aku udah pernah ketemu.
Terus?
Mr. A lucu, gemesin, n ngangenin. Hehehe...
Jadi intinya?
Mr. A aku sayang kamu.
* Wat yang ngrasa : makasih karena tlah berbagi senyum denganku.
Sabtu, 27 Februari 2010
Peluh
Hidup memang benar2 penuh perjuangan
Hari ini adalah hasil perjuangan hari kemarin.
Dan esok adalah perjuangan dari hari ini.
Apa yang terlihat hari ini adalah hasil keringat hari kemarin.
Begitu pula dengan hidupku.
Aku bisa berlari hari ini karena kemarin ku telah berusaha dan berjuang untuk bisa berdiri.
Mulai dari merangkak dan tertatih-tatih berjalan.
Jangan dikira perjuangan itu mudah.
Perjuangan itu butuh semangat dan keringat yang tak sedikit.
Perjuangan itu pula butuh pengorbanan.
Tak sedikit pengorbanan yang dilakukan.
Janganlah kau anggap remeh setiap tetes peluh.
Janganlah kau anggap remeh setiap tetes air mata.
Jangan pula kau anggap remeh setiap kata-kata yang terlontar.
kemarin ku baru belajar membaca dan menulis.
Tapi saat ini ku telah belajar membaca kehidupan.
Dan ku belajar menuliskan nama-nama orang yang berjasa dalam pencapaian hari ini.
Kemarin, hari ini, dan hari esok.
Kemarin adalah mati.
Hari ini adalah nikmat.
Esok adalah semu.
Hari ini adalah hasil perjuangan hari kemarin.
Dan esok adalah perjuangan dari hari ini.
Apa yang terlihat hari ini adalah hasil keringat hari kemarin.
Begitu pula dengan hidupku.
Aku bisa berlari hari ini karena kemarin ku telah berusaha dan berjuang untuk bisa berdiri.
Mulai dari merangkak dan tertatih-tatih berjalan.
Jangan dikira perjuangan itu mudah.
Perjuangan itu butuh semangat dan keringat yang tak sedikit.
Perjuangan itu pula butuh pengorbanan.
Tak sedikit pengorbanan yang dilakukan.
Janganlah kau anggap remeh setiap tetes peluh.
Janganlah kau anggap remeh setiap tetes air mata.
Jangan pula kau anggap remeh setiap kata-kata yang terlontar.
kemarin ku baru belajar membaca dan menulis.
Tapi saat ini ku telah belajar membaca kehidupan.
Dan ku belajar menuliskan nama-nama orang yang berjasa dalam pencapaian hari ini.
Kemarin, hari ini, dan hari esok.
Kemarin adalah mati.
Hari ini adalah nikmat.
Esok adalah semu.
Langganan:
Postingan (Atom)
