Rabu, 28 Oktober 2009

Hari Sumpah Pemuda...

My. Family's

Suatu sore, berkumpul dengan kakek dan sepupu-sepupuku di beranda rumah kakek.
Sore itu, sengaja kami berkumpul, karena kakek sakit.
Senengnya bisa berkumpul,bisa melepas kangen. Karena jarang banget bisa kumpul sama keluarga besar dari ayah.
Kakek juga terlihat seneng banget. melihat cucunya yang super bandel-bandel ini.
Hehehe.... termasuk yang cerita ini.
Sore itu, kakek mau cerita sesuatu. Bertepatan Hari Sumpah Pemuda kemarin.
Perlu tahu aja. Cucu kakekku lengkap. Ada yang sudah kerja, ada yang mahasiswa, ada yang masi SMA, ada juga yang SMP, SD, bahkan masih TK.
Sayangnya yang TK gk ikut gabung. Walaupun ikut gabung kayaknya gak mungkin ngerti.

Kakek cerita dulu waktu Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, kakek sudah berumur 10 tahun. (Berarti kakek sekarang umur 91 tahun dan masih sehat, alhamdulillah).
Wow, fantastis, alhamdulillah masih diberikan umur untuk bercerita pada kami.

Pertama-tama, kami antusias mendengar cerita kakek, malahan sering kami bertanya keadaan waktu itu dimana dan bagaimana. Kakek pun tambah bersemangat bercerita perjuangannya waktu menjadi pejuang.

Entah karena apa, aku sibuk dengan Facebook seluler q, dan ternyata saudara-saudaraku yang lain juga sama. Sibuk dengan Handphone masing-masing, ada yang sms, telp, chat, bahkan FB.
Termasuk diriku.

Akhirnya kakekku tersadar bahwa cucu-cucunya tak memperhatikan beliau lagi.
Dengan nada menyindir beliau berkata,
" Jangankan disuruh berjuang melawan penjajah, disuruh mendengarkan cerita untuk diambil hikmahnya saja malah bermain sendiri."
Seakan tersadar dari aktivitas masing-masing, kamipun tertawa bersama.

Mungkin inilah salah satu contoh kecil gambaran anak-anak Indonesia saat ini.
Pemuda Indonesia yang terlupa akan kewajibannya untuk memajukan Negara Indonesia.
Jangankan untuk memajukan Negara Indonesia.
Mungkin lafad Sumpah Pemuda saja banyak yang lupa.
Iya kn????

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Selasa, 13 Oktober 2009

My Birthday

Birthday...

Alhamdulillah, selama ini masih diberi kesehatan jasmani dan rohani oleh ALlah SWT.
Dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangiku.
Berada di tengah-tengah lingkungan yang sehat.
Dan seharusnya bertambah pula imanku. Amiin...


Ayah 'n bunda ,
anakmu kini telah bertambah umurnya, semoga bertambah barokah.
Adek-adekku,
semoga senyum kalian selalu membuatku ceria di hari-hari kedepanku.
Sobatku,
aku kini telah bertambah usia, semoga aku bisa lebih mengerti kalian
Teman-temanku,
makasih atas semua kejjutan 'n do'anya, aku sayang kalian.
Someone S,
makasih atas kejutannya yang tak perna kuduga, aku ikhlas dengan ini semua.
Someone I,
aku selalu menyimpan kado itu, aku akan menantimu.
Someone F,
makasih buat semua do'anya, nasihatmu membuatku selalu membuka mata.
Someone R,
dasar jelek, aktingmu mengingatkanku. Makasih.
Untuk semua yang merasa membenciku,
makasih, kebencian kalian terhadapku merupakan intropeksi diri bagiaku.

Renunganku selama setahun ni.
Aku semakin mengerti arti hidup.
Aku semakin mengerti perasaan sesama.
Aku semakin mengerti arti persahabatan.
Aku semakin mengerti arti kekurangan dan kelebihan.
Aku semakin mengerti arti kehilangan.
Aku tersadar bahwa semua ini hanya titipan.
Aku tersadar bahwa semua ini tak hanya sekedar untuk dinikmati.
Aku tersadar bahwa semua ini tak untuk diriku saja.
Aku tersadar masih ada yang lebih baik dari diriku.
Aku tersadar aku tak bisa egois dalam segala hal.
Aku tersadar kedewasaan seseorang yang selalu membuatku kagum.

Aku tak butuh kado dari kalian semua.
Aku hanya butuh do'a ikhlas dari hati kalian.
Semoga aku bertambah lebih baik untuk kedepannya.
Melihat keceriaan kalian di hari ultahku.
AKu semakian sadar betapa pentingnya kalian semua di hidupku.

Kamis, 01 Oktober 2009

Mendung

Hari ini mendung menggelayuti kotaku.
Sejak ku membuka jendela sampai hampir magrib mendung tak jua pergi. Beberapa kali rintik hujan menghiasi langit.
Seakan menjadi lambang hatiku saat ini.
Mendung.
ya Allah,..
Mengapa ku baru tahu sekarang
Setelah ku berburuk sangka terhadapnya.
Dia sedang sakit.
Padahal bila ku sedang sakit
dia selalu menghiburku.
Bertambah sedihnya aku, ketika teman terbaikku dan teman terbaiknya tak memberiku kabar tentang hal ini.
Ku menyayangi mereka berdua.
Mereka teman-teman terbaikku yang pernah ku punya.
Mereka saling melengkapi
Mereka laksana panah dan busurnya.
mereka seperti pensil dan buku.
Walaupun aku tahu disaat dia sakit, selalu ada seseorang yang dikasihinya menemani.
Tapi ku hanya ingin mendo'akannya.
Lama tak ada kabar darinya.
Kabar yang kudapat dia masuk RS.
Ya Allah
Berikanlah kesembuhan kepadanya.
Berikanlah kesabaran kepadanya menghadapi cobaan yang Engkau berikan.
Aku hanya ingin merasakan semangatnya.
Aku hanya ingin melihatnya tersenyum.
AKu hanya ingin lilinku hidup.
Dia laksana lilin yang menerangi setiap sudut kegelapan hidupku.
Dia penerang jalan diantara aku dan sahabatku.
Ya Allah
Biarkan dia menjadi pelita untukku dan teman-temannya.

Ku slalu mendoakanmu sobat.