Senin, 22 Maret 2010

My Luvly Dad

My Luvly Dad
Super Dad
Sepulang kerja selalu menanyakan kabarku n adik2ku
Senyumnya selalu merekah seletih apapun beliau, melihat tingkahku
Kerja kerasnya selama seharian di luar sana seakan terbayar dengan keceriaan kami di rumah.

Ayah,
Semalam
Engkau buktikan kecintaanmu padaku
Setelah lama ku memendam semuanya
Tertumpah sudah di pangkuan ayahku
Tangisankau yang terpendam
Keluh kesahku terlampiaskan
Segala rasa kesal kutumpahkan semuanya
Apapun yang kurasakan dan kupendam
ku keluarkan tanpa sisa
Seperti air yang keluar dari bak penampungan
tumpah ruah tak bersisa
Ku pasrahkan semuanya

Senyumnya selalu ada
Selama ku menangis
Selama ku berkeluh kesah
Selama ku bercerita
Beliau tak menyelaku sedikitpun...
Hanya hembusan nafasnya yang kudengar
Sewaktu di dekapnya aku
Seakan kupindahkan seluruh beban berat selama ni di pundakku

Walau tak kudapat sepatah katapun dari beliau
Tapi ku merasakan kelegaan yang teramat sangat
Seluruh pikiran yang menggangguku seakan lenyap terhembus angin

Dengan belaian lembutnya di kepalaku
Aku tertidur pulas di pangkuannya
Seperti kucing di pangkuan majikannya

Oh, Ayahku
Gadis kecilmu kini
Sekali lagi membebani pikiranmu
Gadis kecilmu ini
Sekali lagi membuatmu resah
Gadis kecilmu ini
Sekali lagi menangis di pangkuanmu

Tapi Ayah,
Gadis kecilmu kini
Telah belajar memahami pelajaran hidupnya
Gadis kecilmu kini
Telah belajar memperjuangkan hidupnya
Gadis kecilmu kini
Telah belajar bertanggung jawab atas pebuatannya

My luvly Dad
Apakah gadis kecilmu ini telah membuatmu bangga?
Apakah gadis kecilmu ini telah beranjak dewasa?

Ayah,
Jangan pernah lepasakan pandanganmu pada gadis kecilmu ini.
Gadis kecil yang beranjak dewasa.
Senyummu selalu mengiringi langkah kedewasaanku.

Ayah, me always loving U....
Ayah, My Luvly Dad

Kamis, 11 Maret 2010

He is "A"

He is A
Mr. A

Mr. Aneh
hehehe....
Kenal dimana?
Kenal d dunia maya.

Akh, pembual.
Terserah.

Terus gimana?
Yah, gitu deh.

Tentang Mr. A
Ouwh, baik.

Terus?
Perhatian tuh ke q.

Terus?
Sopan dan menarik perhatianku.

Kamu suka?
Kemungkinan besar.

Kok gitu?
Takut kePDan.

Hmmm, Emangnya knapa?
Mr. A itu gak suka sesuatu yang terlalu di lebih-lebihkan.

Jadi?
Yah, akunya berusaha ngimbangin dia.

Maksudnya?
Kalo dia perhatian, aku juga perhatian.

Emang km tau Mr. A itu siapa?
Aku udah pernah ketemu.

Terus?
Mr. A lucu, gemesin, n ngangenin. Hehehe...

Jadi intinya?
Mr. A aku sayang kamu.

* Wat yang ngrasa : makasih karena tlah berbagi senyum denganku.

Sabtu, 27 Februari 2010

Peluh

Hidup memang benar2 penuh perjuangan
Hari ini adalah hasil perjuangan hari kemarin.
Dan esok adalah perjuangan dari hari ini.
Apa yang terlihat hari ini adalah hasil keringat hari kemarin.

Begitu pula dengan hidupku.
Aku bisa berlari hari ini karena kemarin ku telah berusaha dan berjuang untuk bisa berdiri.
Mulai dari merangkak dan tertatih-tatih berjalan.
Jangan dikira perjuangan itu mudah.
Perjuangan itu butuh semangat dan keringat yang tak sedikit.
Perjuangan itu pula butuh pengorbanan.
Tak sedikit pengorbanan yang dilakukan.

Janganlah kau anggap remeh setiap tetes peluh.
Janganlah kau anggap remeh setiap tetes air mata.
Jangan pula kau anggap remeh setiap kata-kata yang terlontar.

kemarin ku baru belajar membaca dan menulis.
Tapi saat ini ku telah belajar membaca kehidupan.
Dan ku belajar menuliskan nama-nama orang yang berjasa dalam pencapaian hari ini.

Kemarin, hari ini, dan hari esok.
Kemarin adalah mati.
Hari ini adalah nikmat.
Esok adalah semu.

Rabu, 28 Oktober 2009

Hari Sumpah Pemuda...

My. Family's

Suatu sore, berkumpul dengan kakek dan sepupu-sepupuku di beranda rumah kakek.
Sore itu, sengaja kami berkumpul, karena kakek sakit.
Senengnya bisa berkumpul,bisa melepas kangen. Karena jarang banget bisa kumpul sama keluarga besar dari ayah.
Kakek juga terlihat seneng banget. melihat cucunya yang super bandel-bandel ini.
Hehehe.... termasuk yang cerita ini.
Sore itu, kakek mau cerita sesuatu. Bertepatan Hari Sumpah Pemuda kemarin.
Perlu tahu aja. Cucu kakekku lengkap. Ada yang sudah kerja, ada yang mahasiswa, ada yang masi SMA, ada juga yang SMP, SD, bahkan masih TK.
Sayangnya yang TK gk ikut gabung. Walaupun ikut gabung kayaknya gak mungkin ngerti.

Kakek cerita dulu waktu Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, kakek sudah berumur 10 tahun. (Berarti kakek sekarang umur 91 tahun dan masih sehat, alhamdulillah).
Wow, fantastis, alhamdulillah masih diberikan umur untuk bercerita pada kami.

Pertama-tama, kami antusias mendengar cerita kakek, malahan sering kami bertanya keadaan waktu itu dimana dan bagaimana. Kakek pun tambah bersemangat bercerita perjuangannya waktu menjadi pejuang.

Entah karena apa, aku sibuk dengan Facebook seluler q, dan ternyata saudara-saudaraku yang lain juga sama. Sibuk dengan Handphone masing-masing, ada yang sms, telp, chat, bahkan FB.
Termasuk diriku.

Akhirnya kakekku tersadar bahwa cucu-cucunya tak memperhatikan beliau lagi.
Dengan nada menyindir beliau berkata,
" Jangankan disuruh berjuang melawan penjajah, disuruh mendengarkan cerita untuk diambil hikmahnya saja malah bermain sendiri."
Seakan tersadar dari aktivitas masing-masing, kamipun tertawa bersama.

Mungkin inilah salah satu contoh kecil gambaran anak-anak Indonesia saat ini.
Pemuda Indonesia yang terlupa akan kewajibannya untuk memajukan Negara Indonesia.
Jangankan untuk memajukan Negara Indonesia.
Mungkin lafad Sumpah Pemuda saja banyak yang lupa.
Iya kn????

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Selasa, 13 Oktober 2009

My Birthday

Birthday...

Alhamdulillah, selama ini masih diberi kesehatan jasmani dan rohani oleh ALlah SWT.
Dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangiku.
Berada di tengah-tengah lingkungan yang sehat.
Dan seharusnya bertambah pula imanku. Amiin...


Ayah 'n bunda ,
anakmu kini telah bertambah umurnya, semoga bertambah barokah.
Adek-adekku,
semoga senyum kalian selalu membuatku ceria di hari-hari kedepanku.
Sobatku,
aku kini telah bertambah usia, semoga aku bisa lebih mengerti kalian
Teman-temanku,
makasih atas semua kejjutan 'n do'anya, aku sayang kalian.
Someone S,
makasih atas kejutannya yang tak perna kuduga, aku ikhlas dengan ini semua.
Someone I,
aku selalu menyimpan kado itu, aku akan menantimu.
Someone F,
makasih buat semua do'anya, nasihatmu membuatku selalu membuka mata.
Someone R,
dasar jelek, aktingmu mengingatkanku. Makasih.
Untuk semua yang merasa membenciku,
makasih, kebencian kalian terhadapku merupakan intropeksi diri bagiaku.

Renunganku selama setahun ni.
Aku semakin mengerti arti hidup.
Aku semakin mengerti perasaan sesama.
Aku semakin mengerti arti persahabatan.
Aku semakin mengerti arti kekurangan dan kelebihan.
Aku semakin mengerti arti kehilangan.
Aku tersadar bahwa semua ini hanya titipan.
Aku tersadar bahwa semua ini tak hanya sekedar untuk dinikmati.
Aku tersadar bahwa semua ini tak untuk diriku saja.
Aku tersadar masih ada yang lebih baik dari diriku.
Aku tersadar aku tak bisa egois dalam segala hal.
Aku tersadar kedewasaan seseorang yang selalu membuatku kagum.

Aku tak butuh kado dari kalian semua.
Aku hanya butuh do'a ikhlas dari hati kalian.
Semoga aku bertambah lebih baik untuk kedepannya.
Melihat keceriaan kalian di hari ultahku.
AKu semakian sadar betapa pentingnya kalian semua di hidupku.

Kamis, 01 Oktober 2009

Mendung

Hari ini mendung menggelayuti kotaku.
Sejak ku membuka jendela sampai hampir magrib mendung tak jua pergi. Beberapa kali rintik hujan menghiasi langit.
Seakan menjadi lambang hatiku saat ini.
Mendung.
ya Allah,..
Mengapa ku baru tahu sekarang
Setelah ku berburuk sangka terhadapnya.
Dia sedang sakit.
Padahal bila ku sedang sakit
dia selalu menghiburku.
Bertambah sedihnya aku, ketika teman terbaikku dan teman terbaiknya tak memberiku kabar tentang hal ini.
Ku menyayangi mereka berdua.
Mereka teman-teman terbaikku yang pernah ku punya.
Mereka saling melengkapi
Mereka laksana panah dan busurnya.
mereka seperti pensil dan buku.
Walaupun aku tahu disaat dia sakit, selalu ada seseorang yang dikasihinya menemani.
Tapi ku hanya ingin mendo'akannya.
Lama tak ada kabar darinya.
Kabar yang kudapat dia masuk RS.
Ya Allah
Berikanlah kesembuhan kepadanya.
Berikanlah kesabaran kepadanya menghadapi cobaan yang Engkau berikan.
Aku hanya ingin merasakan semangatnya.
Aku hanya ingin melihatnya tersenyum.
AKu hanya ingin lilinku hidup.
Dia laksana lilin yang menerangi setiap sudut kegelapan hidupku.
Dia penerang jalan diantara aku dan sahabatku.
Ya Allah
Biarkan dia menjadi pelita untukku dan teman-temannya.

Ku slalu mendoakanmu sobat.

Sabtu, 05 September 2009

Puasa Ramadhan

Puasa menurutku adalah menahan hawa nafsu untuk berbuat kejelekan.
Memang susah untuk itu semua.
Tapi dengan puasa kita mendapatkan banyak manfaat.

Fyuh,...
Tidak terasa sudah 15 hari kita menjalankan puasa Ramadhan 1930.
Sholat witir sudah disertai do'a qunut.
Tapi, aku masi merasa puasaku kurang khusyuk.
Setiap hari masih merasa belum sempurna ibadahku.
Padahal aku sudah berusaha untuk semaksimal mungkin memanfaatkan bulan Ramdhan kali ini.

Seperti kejadian kemarin.
Aku merasa sebel, jengkel sama seseorang.
Padahal sebenarnya orang itu gak tau salahnya apa.
Entah kenapa q ngerasa dia mengambil sesuatu yang berharga dariku.
Padahal ku rasa, dia juga gak salah.
Toh dia bukan milikku.

Bodohnya aku,
merusak puasa dengan penyakit hati.
Astagfirullahaladzim...
Ya Allah ampunilah hambamu ini....

Mengikhlaskan sesuatu itu kenapa sulit
Padahal ikhlas itu indah.
Semoga dengan puasa Ramadhan
aku belajar meredam penyakit hati.
Amiiin.....