Senin, 13 Juli 2009

Malu Tapi Mau

Kayak lagunya Gita GUtawa aja nih.
Yah, gara-gara lagu ini nih.
Hari ini aku harus jatuh dari sepeda motor.
BUkannya jatuh ce, cuman kepeleset gitu jadinya jatuh deh motorku dan yang pasti aku ikut jatuh.
Yang bikin malu tuh, celanaku sobek tauk.
hehehehe...
Malu-maluin banget.

Gara-garanya aku disuruh nge-fax-in dokumen someone gitu.
Sebenernya, aku juga bingung. Padahal adeknya ada, kenapa aku ayng disuruh ya.??
Imbalannya pulsa udah masuk semalem.
Jadi gak enak kalo gak ditepatin janjiku.

Palagi hari ini tuh panas banget.
Terus akua lagi puasa, kompak banget deh.
Bukannya mau ngeluh, tapi ko ya pas banget aku jatuh.
Sambil meringis gitu ditanyain adekku.
Aku cuman bilang, celanaku sobek kesangkut kursi...
Boong banget deh...

Apa karena aku kepikiran seseorang itu ya..??
Huft.... Entahlah...
Malu-malu ngomongnya tapi mau sama pulsanya..
hehehehe......

makasih deh...!!!

Jumat, 10 Juli 2009

Pelangi pagi ini (^^,)

Pelangi indahnya setelah hujan semalaman yang membuatku tak bisa tidur.
Terbayarlah sudah ketika melihat pelangi pagi ini.
Hatiku yang gundah bisa bernapas cerah, walaupun hanya sedetik.
Apa yang harus kuperbuat?
Ayah, bundaku bertengkar lagi dua hari lalu.
Kali ini berakibat fatal.
Ayahku sudah tak lagi bisa menahan emosinya.
Ayahku sudah tak lagi bisa bersikap sabar.
Aku dan adek-adekku tak bisa melerai mereka lagi.
Keluarga2 ku sudah tak lagi bisa mencegah pertengkaran itu.
Dan masalah ini sudah sampai di meja kepolisian dengan judul "Kekerasan dalam rumah tangga"
Oh, Ya Allah cobaan seperti apa ini...
Aku yang ingin menghabiskan masa liburanku seperti teman-temanku yang lain,
hanya bisa menangis, berteriak dan merenung.
"CERAI"
Satu kata yang dibenci oleh agamaku terlontar dari mulut ayahku.
Astagfirullahhaladzim...
tak terasa air mataku menetes...
Keluargaku diambang kehancuran...
Kondisi inilah yang terjadi sekarang..
Apa yang harus kulakukan??

Pagi ini kuhanya bisa mengadu kepada Allah...
Ternyata indahnya pelangi sebagai jawabannya..
Semoga jawaban dari Allah seindah pelangi pagi ini...
Amiiin ya rabbal alamin...

Sabtu, 04 Juli 2009

Pacaran???

Ceritaku berawal...
Yupz "Pacaran"
Ato istilahnya "Boyfriend" or "Girlfriend"..
Sebenernya pemikiran simple sih menurutku.
Getaran perasaan jika berada dekat ato sedang mengingatnya.
Yah semacam itulah.

Teman-temanku sering bercerita padaku (secara aku masih belum terlalu mengerti dan berani untuk memulai itu)
"Si Anton kemarin malem keren banget loh!"
"Ko bisa?" Kataku denga polos. Soalnya jujur ku masih belum ngerti istilah keren itu seperti apa.
Menurutku yang keren tuh ya para artis-artis itu.
"Beuh ni orang hidup pa gak seh. Keren ko gak ngerti.!?"

Yaha whatever lah mereka bilang apa.
Menurutku sekarang, yang keren itu yang pinter dan bisa ngalahin akua atau paling gak bisa bauat nilaiku dibawahnya.
Dan ada satu orang untuk itu.
Dan sayangnya bukan di kelasku.
Smart, itu yang kusuka.
Ku kagum sama dia.
Dan sayangnya lagi, banyak yang suka dia.
Aku tak berani untuk dekat apalagi untuk menyapanya atau sekedar berbasa-basi menanyakan kbar dia hari ini.
Seperti sinetron aja nih ceritanya.
Tapi emang kayak gini kejadiannya. Mungkin kalau di sinetron, bisa berubah dia naksir ma aku.
Kenyataannya kayaknya enggak deh.
Dua hari lalu dia nembak temen sekelasku.
GUbraaaaak!!!
Hampir pingsan aku, waktu dia nanyain tmenku itu ke aku.
Eh ternyata. ...
aduh nasibbbb...!!!
Kasihan deh loh!!!

Pacaran????
Emang seumuran aku boleh pacaran???
Bukannya masih harus belajar?
Tapi kebanyakan teman-temanku sudah punya boy or girlfriend tuh...
Waduh aku harus gimana dong??
Help me pliiiiiiiiiissssssss....!!!

Pengen juga sih...
Hehehehehehe.....

Kecilnya Diriku

Trauma...
Arti kata itupun tak kumengerti?...?
tapi kata orang sekarang itulah keadaanku.
Apakah benar???
Berawal dari pertengkaran ayah dan bundaku.
Kakak2ku seolah tak mau tahu menahu tentang pertengkaran itu.
Padahal itu terjadi di depan mereka.
Seolah itu hanya gurauan belaka.
Tapi aku kecil, berpikir, apakah itu?
Mencoba memberanikan diri melerai.
Mencoba memberanikan diri menengahi perbedaan pendapat atau malah perdebatan itu.
Hanya mendapat jawaban pukulan, tangisan bundaku, atau malah bentakan ayah.

Ooh temanku...
Adakah yang bisa menjawab.
Kenapakah ayah bundaku?
Mengapa selalu ada pertengkaran?
Apakah rumah tangga itu selalu ada pertengkaran?
Aku yang selalu mencari jawabannya hanya bisa bertanya dan berdiam diri.
Menebak-nebak dalam pikiranku yang masih kecil.

Ku lihat keluarga teman-temanku.
tak seperti Ayah Bundaku.
Apakah kan kudapat jawaban dari semuanya jikalau aku besar nanti?
Apakah ku terlalu kecil untuk mengerti keadaan mereka?
Apakah mereka masih menyayangiku?