Kata itu dengan lantang dan cekatan bisa kita ucapkan hari ini..
Apakah kita tahu 64 tahun lalu, sebelum hari ini.
Kata itu seakan kata jimat menjemput kematian..
Bahkan untuk memperoleh dan bisa mengucapkan kata itu.
Beratus bahkan beribu atau malah berjuta-juta pejuang mengorbankan segala harta dan jiwanya.
Sedikit cerita dari kakekku.
Secuil asa dari mantan seorang pejuang..
Yang sewaktu berjuang memegang senjata bambu runcing,
dan tak pernah memikirkan balasan apa yang akan diminta pada anak cucu atau generasi selanjutnya.
Mengatur strategi setiap hembusan nafasnya,
Memutar otak disetiap langkahnya,
Bersiap siaga menjemput kematian,
Hanya satu tekadnya untuk mewujudkan kata "M E R D E K A"
Setiap hari menyusuri hutan guna menemukan markas penjajah,
makan seadanya, yang ditemui di perjalanan,
rindu pada keluarga yang ditinggal di rumah,
ditepisnya dengan ujung tombak bambu runcing,
tidur berselimut langit dan beralas bumi.
Itu semua untuk sebuah kata "M E R D E K A"
Bukan hanya orang per orang yang memperjuangkan kata-kata itu.
Mungkin orang-orang itu kebetulan berada pada posisi yang lebih dikenal masyarakat pada waktu itu.
Pejuang yang sesungguhnya adalah pejuang yang gugur dalam pertempuran tanpa ada yang tahu siapa dia.
Pejuang yang sesungguhnya adalah pejuang yang rela menghuni jerusji besi demi kata-kata "M E R D E K A"
Pejuang yang sesungguhnya adalah pejuang yang mengorbankan segala yang beliau punya untuk kata-kata "M E R D E K A"
Apakah kita tahu betapa berat perjuangan itu?
Apakah kita tahu betapa berat mencapai ini smua?
Sudahkah kita membalas segala perjuangan itu?
Sudahkah kita meneruskan perjuangan itu untuk mempertahankan kata-kata "M E R D E K A"?
Renungan untukku dan teman-temanku.
Bahwa demi kata "M E R D E K A", para pejuang rela mengorbankan nyawanya.
Apakah patut kita hargai dengan hanya mengikuti upacara?
Apakah patut dihargai perjuangan itu hanya dengan berlomba-lomba makan kerupuk?
Salam takzim dan penuh rasa terima kasih untuk kakekku dan teman-teman beliau para pejuang.
S A L A M M E R D E K A ! ! !
Minggu, 16 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar